VOXPolitic

Partai Ummat Riau Dilantik, Sejumlah Mantan Pejabat Bergabung

Redaktur : Fendri Jaswir
Sabtu, 15 Januari 2022 22:07 WIB
Pelantikan DPW Partai Ummat Riau

PEKANBARU (VOXindonews) - H Fauzi Kadir, tokoh kritis Riau, resmi dilantik sebagai Ketua DPW Partai Ummat Provinsi Riau di Hotel Aryaduta, Pekanbaru, Sabtu (15/1). Turut menyaksikan pelantikan itu Ketua Majelis Syuro DPP Partai Ummat, Prof DR H Amien Rais, MA.

Prosesi pelantikan diawali dengan pembacaan SK Kepengurusan DPW Partai Ummat Riau oleh Korwil Sumatera, H Andi Yusran. Selanjutnya Ketua Umum DPP, DR Ing H Ridho Rahmadi, MSc mengambil sumpah, melantik serta sekaligus menyerahkan Pataka Partai Ummat kepada Fauzi Kadir. 

Ketua DPW Partai Ummat Provinsi Riau, H Fauzi Kadir dalam sambutan dan pidato politik perdananya menyampaikan pentingnya penguatan internal partai melalui komunikasi dan konsolidasi. Tidak hanya di tingkat DPW Propinsi Riau, namun hingga ke tingkat DPD di kabupaten/kota yang ada di Propinsi Riau. 

"Terimakasih atas kepercayaan yang diberikan. Saya tentu tidak bisa sendiri dalam membesarkan Partai Ummat ini. Mari bersama kita bergandengan tangan, mewujudkan cita-cita besar partai, melawan kedzaliman menegakkan keadilan," ujar Fauzi Kadir, aktivis nasional yang pulang kampung ke Riau untuk membangun kampung halamannya.

Sejumlah mantan pejabat Riau yang sudah pensiun bergabung di partai baru ini. Diantaranya, H. Nasrun Effendi, Zaini Ismail dan Syafruddin. Ada mantan politisi Golkar Bismar Rambah. Sedangkan yang pindah dari PAN adalah Yirdam Rizal, Aziun Azhari dan Slamet Nasron.

Asisten I Setdaprov Riau, Masrul Kasmy, mewakili Gubernur Riau menyampaikan ucapan selamat datang kepada Ketua Majelis Syuro dan Ketua Umum Partai Ummat beserta jajaran yang hadir di Bumi Melayu Lancang Kuning, Provinsi Riau. 

"Kami juga mengucapkan terimakasih telah diundang dan diperkenankan hadir bersama seluruh kader-kader terbaik Partai Ummat. Ini adalah kehormatan bagi kami," kata Masrul membacakan sambutan gubernur Riau.

Pemerintah Provinsi Riau menyambut baik hadirnya Partai Ummat yang baru di Provinsi Riau. Karenanya, adalah sebuah ketetapan bagi Pemerintah Provinsi Riau untuk menggandeng partai politik sebagai salah satu mitra dalam pembangunan di daerah ini. 

Ia mengajak keluarga besar DPW Partai Ummat Provinsi Riau untuk senantiasa bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Riau dalam mendukung program kerja Pemerintah Provinsi Riau serta berperan aktif dalam penanganan pandemi Covid-19 di Riau dengan komponen masyarakat lainnya dalam membangun Riau yang lebih baik. 

Ketua Umum DPP Partai Ummat, DR Ing H Ridho Rahmadi, MSc menyampaikan pengelolaan negara yang dilakukan hari ini tidak sedang baik-baik saja. Mulai sistem ekonomi, penggunaan APBN, kasus korupsi hingga masalah pendidikan dan lainnya. 

Saat ini kita sedang menghadapi krisis kepemimpinan. Tiga diantaranya yakni krisis kapalitas dan kapabilitas. Kemudian krisis kepentingan ummat yang hari ini terbelakangi oleh kepentingan kelompok dan elit. ''Negeri ini sedang tidak baik-baik saja, butuh dukungan bersama untuk melakukan perubahan besar," tegasnya.

Proyeksi Partai Ummat, dikatakan H Ridho Rahmadi terdiri dari jangka pendek dan jangka panjang. Skala prioritas yakni menyangkut masalah pendidikan. Hanya dengan ilmu seluruh persoalan bisa diselesaikan. Prioritas selanjutnya yakni masalah ekonomi dan yang ingin disasar potensi ekonomi digital. 

Kemudian jangka panjang, disampaikan H Ridho Rahmadi, kader Partai Ummat harus bersiap-siap menghadapi Pemilu sebagai pintu masuk untuk melahirkan kebijakan yang Pro Ummat. 

"Kita juga akan buat Sekolah Partai Ummat, sebagai langkah menyiapkan kader-kader yang memiliki SDM yang bisa diandalkan," ujar H Ridho Rahmadi. 

Namun segala perjuangan itu, ditegaskan Ridho akan hampa kalau tidak dibarengi dengan nilai-nilai tauhid. Penciptaan manusia itu bertujuan mulia, sebagai pemimpin di atas dunia. 

Sementara Ketua Majelis Syuro DPP Partai Ummat, Prof DR H Amien Rais dalam tausiyah politiknya menyampaikan, apapun bentuk pemerintahan jika isinya penuh kedzaliman, dipastikan akan tenggelam di dalam rawa-rawa sejarah. 

"Saat ini kedzaliman itu sudah merajalela. Situasi itu tidak boleh dibiarkan. Dalam surat An Nahl 75, Allah SWT memberikan perumpamaan tentang seorang budak yang tak bisa berbuat apapun. Bandingkan dengan seseorang yang dikucuri rezeki yang banyak dan selalu berinfaq. Kemudian pada ayat 76 Allah katakan ada kewajiban untuk menegakkan keadilan dan melawan kedzaliman. Dan dalam kehidupan bernegara, para pemimpin wajib berlaku adil terhadap rakyatnya," papar Amien Rais. (FJ)