- 05/04/2026
Kepsek SMAS Muhammadiyah Belilas Umi Salamah SPd (tiga dari kanan)
SIBERIDA (VOXindonews) -- Sekolah swasta di daerah terus menurun jumlah siswa setiap tahunnya. Namun, SMA Swasta Muhammadiyah Belilas jumlah siswa tetap bertahan meski hanya satu lokal.
Menurut Kepsek SMAS Muhammadiyah Belilas, Umi Salamah SPd, kepada VOXindonews, Selasa (6/9), siswa yang masuk tahun 2022 sejumlah 12 orang. Jumlah siswa keseluruhan adalah 55 orang. Sepuluh orang siswa non muslim. Ini hampir 20 persen.
Mereka belajar seperti siswa lainnya. Hanya untuk pelajaran agama mereka gabung dengan siswa lain di salah satu sekolah negeri di Siberida.
Dijelaskannya, ketetarikan siswa karena memang melihat nama Muhammadiyah. Sekolah Muhammadiyah untuk pendidikan tidak membedakan darimana asal mereka. Jadi menerima perlakuan yang sama. Hanya dalam pelajaran agama mereka disarankan kepada guru agama mereka.

Kalau mereka mau belajar agama Islam juga dibolehkan. Tidak ada paksaan. Bagi Muhammadiyah juga sebagai sekolah dakwah untuk mencerdaskan masyarakat.
Sekolah ini, katanya, juga mengadakan kerjasama dengan Umri Pekanbaru. Siswa yang berprestasi masuk Umri dengan gratis melalui program beasiswa KIPK dan Bidikmisi. Sekarang sudah 5 siswa yang kuliah di Umri. Baik melalui program beasiswa atau mandiri yang juga dapat keringanan.
Dikatakan, kedepannya Umri juga akan mengadakan pelatihan dan pembelajaran keunggulan. Dimana nanti siswa yang lulus di SMAS Muhammadiyah Belilas mendapatkan sertifikat dari Umri.
Selain itu juga dikembangkan program tahfiz. Menurut, tahun ini ada masuk lima siswa lulusan tahfiz. Mereka adalah siswa yang dibina oleh PCM Belilas di pondok Tahfiz. Lokasi juga di sekolah SMAS Muhammadiyah. Jadi mereka selain pelajaran umum tetap melanjutkan program tahfiz. (YHN)