VOXEdu

Tingkatkan Kemandirian Pangan, Mahasiswa KKN Undip Bekali Warga Desa Banaran dengan 'Budikdamber'

Redaktur : Fendri Jaswir
Minggu, 11 Agustus 2024 14:30 WIB
Mahasiswa KKN Undip bekali warga ilmu Budikdamber.

SUKOHARJO (VOXindonews) – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) melalui program multidisiplin  kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat desa dengan mengadakan pembekalan budidaya ikan dalam ember (Budikdamber) di Desa Banaran, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo.

Program ini dilaksanakan Jumat (6/8/2024), dengan menyasar kelompok ibu-ibu PKK dan Kelompok Wanita Tani (KWT) setempat sebagai peserta utama.

Tim KKN Undip terdiri dari Faza Munadi Iman sebagai ketua dengan anggota Tegar Andrian Valentino Darmawan, Firen Amelia Ardana, Nida Nuril Hasanah, Yuda Nori Saputra, Abigael Juwita, Dhiya Ulhaq, Kalila Kiana Fatiha, dan Emha Arraqi Elfen. Mereka dibimbing dosen Priyo Sidik Sasongko, S. Si, M. Kom.

Budikdamber adalah metode budidaya ikan dan sayuran yang hemat tempat dan biaya, sehingga sangat cocok diterapkan di daerah dengan lahan terbatas seperti perkotaan atau wilayah pedesaan yang sempit.

Melalui program ini, para ibu-ibu PKK dan KWT Desa Banaran diajarkan bagaimana memanfaatkan ember berkapasitas 80 liter untuk membudidayakan ikan lele sekaligus menanam sayuran kangkung.

Metode ini tidak hanya mempermudah masyarakat dalam memperoleh dua hasil panen sekaligus, tetapi juga ramah lingkungan karena mengurangi limbah dan penggunaan air.

"Budikdamber bukan sekadar metode budidaya, tetapi solusi inovatif yang mampu menjawab tantangan keterbatasan lahan dan air dalam pertanian perkotaan,'' tutur Yuda Nori Saputra, sebagai pemateri pada kegiatan kali ini.

Dijelaskan, melalui pemanfaatan ember sederhana, masyarakat bisa memproduksi ikan dan sayuran secara bersamaan, mendukung ketahanan pangan keluarga, serta mengurangi dampak lingkungan.

''Dengan Budikdamber, setiap rumah tangga memiliki peluang untuk berkontribusi pada kemandirian, ketahanan pangan dan kesejahteraan yang berkelanjutan." ujar Yuda.

Konsep dan  praktik

Pada kegiatan pembekalan ini, para peserta diajak untuk memahami konsep dasar Budikdamber serta manfaatnya. Instruksi dimulai dengan pengenalan alat dan bahan yang dibutuhkan, seperti ember, netpot, bibit ikan lele, benih kangkung, dan media tanam rockwool.

Peserta kemudian diberikan penjelasan rinci mengenai cara mempersiapkan ember, termasuk bagaimana melubangi tutup ember untuk menempatkan netpot dan memasang keran di bagian bawah ember guna memudahkan penggantian air.

Selanjutnya, peserta dibimbing dalam praktik langsung, mulai dari mengisi ember dengan air bersih, menempatkan bibit ikan lele, hingga menanam bibit kangkung di dalam netpot yang telah dipasang.

Proses pemantauan harian juga diajarkan, meliputi pemberian pakan ikan, pengecekan kondisi air, dan pemantauan pertumbuhan ikan serta tanaman. Dengan bimbingan yang sistematis ini, peserta diharapkan dapat melakukan budidaya sendiri di rumah dengan hasil yang optimal.

Mahasiswa KKN Undip membimbing praktik Budikdamber. 

Nugget lele

Selain budidaya, program ini juga mengajarkan inovasi pengolahan hasil panen, terutama ikan lele, menjadi produk pangan bernilai tinggi seperti nugget lele. Ibu-ibu diajarkan cara mengolah daging lele menjadi nugget yang lezat dan bergizi, mulai dari proses membersihkan ikan, pencampuran bahan-bahan, hingga teknik penggorengan.

Nugget lele ini diharapkan tidak hanya menjadi tambahan menu makanan yang sehat bagi keluarga, tetapi juga memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi usaha rumahan yang dapat meningkatkan pendapatan keluarga.

Harapan dan Dampak

Program pembekalan Budikdamber ini disambut antusias oleh ibu-ibu PKK dan KWT Desa Banaran. Mereka berharap keterampilan yang diperoleh dari program ini dapat segera diaplikasikan di rumah masing-masing, sehingga dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga secara mandiri.

Lebih dari itu, Budikdamber menawarkan solusi jangka panjang untuk meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat di desa, terutama dalam menghadapi tantangan lahan yang terbatas dan kebutuhan pangan yang terus meningkat.

"Melalui Budikdamber, kami jadi paham bahwa dengan lahan sempit pun, kami bisa memelihara ikan dan menanam sayur sekaligus. Ini bukan hanya menghemat, tapi juga membuka peluang bagi kami untuk lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan keluarga." ucap Bu Eni selaku Ibu Lurah dan Penanggung Jawab PKK dan KWT.

Kegiatan ini juga menjadi salah satu wujud nyata dari upaya Universitas Diponegoro dalam mendukung pembangunan masyarakat desa melalui inovasi yang aplikatif dan berkelanjutan.

Dengan pembekalan yang komprehensif ini, diharapkan ibu-ibu PKK dan KWT Desa Banaran mampu mengembangkan potensi lokal mereka dengan lebih baik, serta mendorong kemandirian dan keberlanjutan pangan di masa mendatang. (FJ)

Budikdamber KKN Undip Desa Banaran Sukoharjo Undip VOXindonews Jual Beli Online Shopee Lazada