VOXEdu

Atasi Hama Tanaman, Mahasiswa KKN Undip Dampingi Pembuatan Pestisida Nabati dari Bahan Dapur

Redaktur : Fendri Jaswir
Jum'at, 16 Agustus 2024 14:25 WIB
Mahasiswa KKN Undip memperagakan pembuatan pestisida nabati dari bahan dapur.

SUKOHARJO (VOXindonews) – Mahasiswa Tim II Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) melaksanakan program monodisiplin pendampingan pembuatan pestisida nabati dari bahan dapur untuk solusi mengatasi hama tanaman.

Program ini menyasar  ibu-ibu PKK yang didalamnya terdapat Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Banaran, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo dan dilaksanakan di Balai Desa Banaran, Selasa (30/7/2024).

Program ini berfokus pada pembuatan pestisida nabati dari bahan dapur sebagai solusi mengatasi hama tanaman, dengan target khusus pada hama ulat grayak.

Kegiatan ini diinisiasi oleh Firen Amelia Ardana, mahasiswi KKN dari program studi Kimia, Fakultas Sains dan Matematika. Sebagai alternatif yang lebih aman dan alami, Firen menyebarluaskan informasi serta mengedukasi mengenai penggunaan bebarapa bahan dapur sebagai pestisida nabati.

Hama ulat grayak sering menjadi masalah utama bagi para petani terkhusus KWT di Desa Banaran karena dapat merusak tanaman secara signifikan. Mengingat dampak negatif dari penggunaan pestisida kimia terhadap lingkungan dan kesehatan manusia, pestisida nabati menjadi alternatif yang aman dan ramah lingkungan.

Peserta pelatihan pembuatan pestisida nabati. 

Dalap program ini, ibu-ibu PKK dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk membuat pestisida nabati menggunakan bahan-bahan yang mudah ditemukan di dapur, seperti daun pepaya, serai, bawang putih, dan detergen.

Manfaat pestisida nabati yang dibuat dengan bahan dasar daun papaya dan beberapa bahan dapur tersebut tidak kalah dengan pestisida berbahan kimia yang dibuat pabrik. Efektivitas pestisida nabati dari daun pepaya sebagai pengusir hama pada tanaman dapat mencapai hingga 70-80%.

Pestisida nabati daun pepaya tersebut cocok digunakan untuk merawat tanaman sayuran atau tanaman hias, dikarenakan bahan alami yang digunakan dalam pestisida nabati tersebut akan membuat tanaman sayuran lebih aman untuk dikonsumsi manusia, serta menjaga tanaman hias dari kontaminasi bahan-bahan kimia berbahaya.

Pada sosialisasi pembuatan pestisida nabati tersebut juga dilakukan demonstrasi langsung tentang cara pembuatan pestisida nabati berbahan dasar daun pepaya. Masyarakat yang hadir mengapresiasi materi yang disampaikan.

Selain itu, ibu-ibu PKK yang memiliki tanaman hias di halaman rumah mereka juga merasa tertarik untuk mencoba membuat sendiri pestisida nabati dari daun pepaya tersebut di rumah.

Pestisida nabati ini dibuat menggunakan bahan-bahan alami yang memiliki sifat anti-hama. Bahan-bahan yang digunakan sangat mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari yaitu, daun papaya, serai, bawang putih dan detergen.

Untuk cara pembuatannya sangat sederhana, yaitu dimulai dari menghaluskan daun papaya, serai, dan bawang putih. Hasil campuran yang telah dihaluskan tersebut ditambahkan air secukupnya sampai sedikit mencair. Selanjutnya, tambahkan satu sendok detergen yang berguna untuk membantu penyebaran pestisida saat diaplikasikan ke tanaman.

Kemudian, saring campuran tersebut menggunakan kain halus untuk memisahkan ampas dari larutan dan diamkan larutan selama 24 jam untuk memastikan bahan-bahan tersebut menyatu dengan baik. Setelah 24 jam, pestisida nabati siap digunakan dengan cara disemprotkan langsung ke tanaman yang terserang hama ulat grayak.

Pestisida nabati ini menawarkan beberapa manfaat utama diantaranya adalah ramah lingkungan karena bahan-bahan yang digunakan tidak mencemari tanah dan air, sehingga aman bagi ekosistem. Dari segi keamanan, pestisida nabati sangat aman dan tidak membahayakan kesehatan manusia maupun hewan.

Selain itu, pestisida nabati sebagai cara untuk memanfaatkan limbah karena bahan-bahan seperti daun pepaya dan serai sering kali merupakan limbah dapur, sehingga program ini juga mendorong pemanfaatan limbah yang bernilai.

Melalui program ini, ibu-ibu PKK Desa Banaran tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru tentang cara mengatasi hama ulat grayak, tetapi juga didorong untuk lebih peduli terhadap lingkungan melalui penggunaan bahan-bahan alami yang aman.

Program ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. (FJ)

Atasi Hama Tanaman Pestisida Nabati KKN Undip Desa Banaran Sukoharjo Firen Amelia Ardana VOXindonews Jual Beli Online Lazada Shopee