- 23/04/2026
Prof. Dr. Sufian Hamim (batik merah) bersama tim foto bareng dengan Kepala Desa Buluh Nipis.
BULUH NIPIS (VOXindonews) - Upaya memperkuat tata kelola pembangunan desa berbasis partisipasi masyarakat kembali digaungkan melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) oleh tim Universitas Islam Riau (UIR) di Desa Buluh Nipis, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar.
Program bertajuk “Pelatihan Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes) ini dipimpin oleh Prof. Dr. Sufian Hamim, M. Si, bersama tim dosen dan mahasiswa, dilaksanakan satu hari penuh, Jum'at (17/4/2026).
Menurut Prof. Dr. Sufian Hamim, kegiatan ini hadir sebagai respons atas kebutuhan nyata desa dalam meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan yang partisipatif, terarah, dan berbasis potensi serta kearifan lokal, agamis dan berbudaya melayu.
Potensi Besar, Tantangan Nyata
Desa Buluh Nipis memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah. Wilayahnya didukung oleh keberadaan Sungai Kampar dan Danau Teluk Petai sebagai sumber perikanan, serta sektor perkebunan sawit, pertanian, dan peternakan yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat.
Selain itu, keberadaan Rumah Adat Putri Sulung menjadi aset budaya yang berpotensi dikembangkan sebagai destinasi wisata.
Namun di balik potensi tersebut, desa masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satu yang paling krusial adalah belum optimalnya pelaksanaan Musrenbangdes.
Keterbatasan data potensi desa, rendahnya partisipasi masyarakat, belum menggunakan
degitalisasi pendataan potensi, serta belum
terstrukturnya hasil musyawarah, menjadi kendala utama dalam perencanaan pembangunan.
Pelatihan sebagai Solusi Strategis
Melalui kegiatan PKM ini, tim UIR menghadirkan pendekatan solutif berupa pelatihan, diskusi kelompok terarah (FGD), serta pendampingan langsung kepada aparatur desa dan masyarakat.
Pelatihan difokuskan pada tiga tahapan utama Musrenbangdes yakni Tahap Persiapan : Pengumpulan dan pengelolaan data potensi desa secara sistematis. Kemudian, Tahap Pelaksanaan : Mendorong partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat dalam musyawarah.
Dan, Tahap Pasca Pelaksanaan : Penyusunan prioritas program dan dokumentasi administratif yang terstruktur menjadikan Desa Buluh Nipis sebagai desa Agrowisata dengan kearifan lokalnya..
Selain itu, kegiatan ini juga memperkenalkan konsep manajemen strategis sektor publik, yang mencakup analisis lingkungan, perumusan strategi, implementasi program, hingga evaluasi dan pengendalian.
Kolaborasi Kampus dan Desa
Prof.Dr.Sufian Hamim di Desa Buluh Nipis.
Kegiatan ini menjadi contoh nyata implementasi tri dharma perguruan tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Kolaborasi antara akademisi dan pemerintah desa membuka ruang dialog antara teori dan praktik, sehingga menghasilkan perencanaan pembangunan yang lebih kontekstual, kolaboratif dan aplikatif.
Mahasiswa yang terlibat juga mendapatkan pengalaman langsung di lapangan, sekaligus berkontribusi dalam proses pemberdayaan masyarakat desa.
Menuju Desa Mandiri dan Partisipatif
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan Desa Buluh Nipis mampu meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan desa, memperkuat kelembagaan dan tata kelola pemerintahan desa, mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan, dan mengoptimalkan pemanfaatan potensi lokal secara berkelanjutan
Ke depan, kata Prof Sufian, Desa Buluh Nipis direncanakan menjadi desa binaan Universitas Islam Riau, sehingga pendampingan dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Dijelaskan, pengabdian ini menegaskan bahwa pembangunan desa tidak cukup hanya
dengan program, tetapi membutuhkan proses partisipatif yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.
''Dengan perencanaan yang baik, desa bukan hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga subjek utama yang menentukan arah masa depannya,'' ujarnya. (FJ)
Pengabdian masyarakat dosen UIR Desa Buluh Nipis Musrenbangdes UIR VOXindonews Lazada Shopee