VOXPekanbaru

Banjir di Panam Akan Diatasi dengan Interkoneksi 10 Danau di Kampus Unri

Redaktur : Fendri Jaswir
Senin, 04 Mei 2026 20:35 WIB
Walikota Pekanbaru Agung Nugroho dan Dekan Fakultas Teknik Unri sepakat merevitalisasi 10 danau di kampus Unri dengan proyek interkoneksi untuk mengatasi banjir di Panam.

PEKANBARU (VOXindonews) — Masalah banjir yang kerap merendam kawasan Panam, khususnya di Kecamatan Binawidya, Kota Pekanbaru, kini mulai menemui titik terang penyelesaiannya.

Universitas Riau (Unri) melalui Fakultas Teknik menggandeng Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru untuk menjalankan proyek
strategis berupa revitalisasi interkoneksi 10 danau di dalam kampus.  Langkah ini sebagai
solusi penanganan banjir.

Rencana besar tersebut dipaparkan langsung oleh Dekan Fakultas Teknik Universitas Riau,
Prof. Ahmad Fadli, dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kota Pekanbaru Tahun 2027 belum lama ini.

Langkah kolaboratif ini diambil untuk merespons kondisi luapan air di wilayah Panam yang kian parah akibat cepatnya alih fungsi lahan menjadi area perumahan.

Dalam paparannya, Prof. Ahmad Fadli menjelaskan bahwa konsep ini mengedepankan
maksimalisasi fungsi lahan terbuka hijau Unri seluas 345 hektare. Air hujan yang biasanya langsung mengalir ke sistem drainase dan memicu banjir di hilir, nantinya akan ditahan terlebih dahulu di dalam 10 danau kampus yang kapasitas tampungnya akan diperluas secara signifikan.

Berdasarkan data teknis, kondisi eksisting
10 danau Unri saat ini hanya memiliki luas total 3,62 hektare dengan kapasitas tampung 33.160 meter kubik. Melalui proyek revitalisasi ini, luas danau akan diperluas menjadi 7,52 hektare, sehingga kapasitas daya tampung air melonjak
hingga 5,8 kali lipat atau mencapai 191.459 meter kubik.

Proyek revitalisasi dan interkoneksi danau ini ditargetkan mampu mereduksi dampak banjir hingga lebih dari 90 persen di enam kawasan yang selama ini menjadi langganan banjir.

Beberapa titik yang akan terlindungi antara lain Jalan HR Soebrantas, Kampus Binawidya Unri, serta Jalan Bangau Sakti, Jalan Balam Sakti,
Jalan Kutilang Sakti, dan Jalan Merak Sakti.

Pemaparan proyek revitalisasi dan interkoneksi danau di kampus Unri untuk mengatasi banjir di Panam. 

Untuk merealisasikan rencana tersebut, total investasi yang dibutuhkan diperkirakan mencapai Rp 180,21 miliar yang pengerjaannya akan dibagi dalam empat tahapan. Pada Tahap 1, anggaran sebesar Rp 38,51 miliar akan diprioritaskan untuk membenahi Danau Justisia, Danau Medika, dan interkoneksinya demi mengatasi kemacetan akibat banjir di Jalan HR Soebrantas.

Selain berfungsi sebagai pengendali banjir, proyek ini juga dirancang untuk membawa
banyak manfaat lingkungan dan sosial. Danau-danau tersebut nantinya akan difungsikan sebagai area konservasi sumber daya air, pusat riset eko-hidrologi, EkoEduPark, serta menjadi sumber cadangan air bagi pemadam kebakaran untuk mengantisipasi bencana karhutla.

Pemerintah Kota Pekanbaru menyambut baik
proposal rekayasa tersebut sebagai langkah strategis untuk menjamin kelestarian lingkungan kota dalam jangka panjang. Melalui kemitraan ini, danau-danau yang direvitalisasi tidak hanya akan berfungsi sebagai waduk penampung modern, tetapi juga akan dikembangkan sebagai ruang publik, taman pendidikan ekologi,
dan cadangan air darurat bagi dinas pemadam kebakaran daerah. (FJ/Rls)

Revitalisasi danau Unri proyek interkoneksi danau Unri Pemko Pekanbaru solusi atasi banjir VOXindonews Lazada Shopee