- 10/10/2026
Kepala Perwakilan BPKP Jateng, Ayi Riyanto memberikan keterangan kepada wartawan.
SEMARANG (VOXindonews) - Kepala Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jawa Tengah, Ayi Riyanto dikukuhkan hari ini. Dia menegaskan akan memperbaiki penerapan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP).
"Kami akan fokus di sana, ya SPIP. SPIPnya kita perbaiki. Dalamnya juga ada risk management dan sebagainya," kata Ayi kepada awak media usai dikukuhkan di Gradhika Bina Praja, Kota Semarang, Jumat (9/10/2026).
Ayi menjelaskan jika penerapan SPIP belum dilakukan dengan baik, dimungkinkan semakin banyak orang-orang yang tersandung kasus korupsi. Menurut dia, SPIP yang diterapkan dengan baik akan mengurangi kasus korupsi.
"SPIP kalau tidak diterapkan dengan baik, memang jatuhnya sistem lingkungan pengendaliannya enggak terbentuk dengan baik, maka makin banyaklah orang-orang yang terkena kasus tadi, KPK. Ya tadi, karena sistem pengendaliannya belum berjalan dengan baik," ujar Ayi.
"Karena kita juga cukup prihatin ada yang sampai di OTT (operasi tangkap tangan) seperti itu. Tapi kembali, itu by sistem harus kita perbaiki, kalau sistemnya makin baik, saya pikir akan makin berkurang lah hal seperti itu," tambahnya.
Menurut Ayi, pertumbuhan tata kelola pemerintah di Jateng sudah bagus. Kendati demikian, dia tetap akan berupaya meningkatkan kualitas tata kelola menjadi lebih baik lagi.
"Walaupun pertumbuhan sudah bagus, tapi tetap kita ingin menjadi lebih bagus lagi. Karena dinamis tata kelola di pemerintah, harus selalu kita kawal dan kita prioritaskan untuk membantu semua Pemda untuk meningkatkan kualitas tata kelola," terang Ayi.
Mantan Kepala Perwakilan BPKP Kalimantan Selatan itu menyebut tantangan di Jateng yakni memiliki penduduk dan tingkat investasi yang cukup tinggi. Sehingga dia akan mempelajari dulu karakter di Jateng sebelum melakukan perbaikan lain.
"Jawa Tengah karena pertumbuhan penduduknya cukup tinggi dan investasi juga cukup tinggi, mungkin banyak yang harus kita pelajari dulu seperti apa. Karena masing-masing daerah juga punya kekhasan, punya karakteristik masing-masing," ungkap Ayi.
"Saya mungkin dalam waktu yang singkat akan belajar dulu untuk akan mempelajari apa yang harus diperbaiki. Nanti kita akan coba memitigasi risiko-risiko supaya penanganan tata kelola di pemerintah daerah lebih baik lagi," lanjutnya.
Sementara itu, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menyampaikan adanya Kepala Perwakilan BPKP baru ini dapat menguatkan urusan internal. BPKP dinilai menjadi mitra strategis dalam penyelenggaraan pemerintahan di Jateng.
"Tentu dengan jabatan baru ini memperkuat daripada internal affair terkait dengan guideline daripada pemeriksaan non maupun keuangan di wilayah. Artinya para bupati, walikota kita adalah merupakan mitra strategis daripada BPKP," kata Luthfi dalam sambutannya.
"Termasuk BUMN, BUMD, kemudian BLUD rumah sakit kita dan proyek prioritas nasional di wilayah kita adalah ranah dari Bapak BPKP sehingga pembangunan di Jawa Tengah bisa terarah sesuai dengan RPJM nasional yang kita jabarkan menjadi RPJMD," sambungnya. (ADK)
Kepala BPKP Jateng mengurangi korupsi SPIP VOXindonews Lazada Shopee