VOXPekanbaru

Peduli Pelestarian Hutan dan Lingkungan, Kwarcab Pramuka Pekanbaru Lantik Saka Wanabakti

Redaktur : Zul Azhar
Minggu, 19 Juli 2026 11:06 WIB
Foto bersama usai pelantikan Saka Wanabakti.

PEKANBARU (VOXindonews) – Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Pekanbaru resmi melantik Majelis Pembimbing Saka (Mabisaka), Pimpinan Saka (Pimsaka) Wanabakti Tingkat Cabang Kota Pekanbaru masa bakti 2025–2030, Pamong dan Instruktur Saka Wanabakti masa bakti 2026–2029, serta Majelis Pembimbing dan Pimpinan Pangkalan Saka Wanabakti SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru masa bakti 2026–2028, Kamis (16/7/2026).

Pelantikan yang diwakili Wakil Ketua Kwarcab Kota Pekanbaru Bidang Pengabdian Masyarakat, Penanggulangan Bencana dan Lingkungan Hidup (Abdimasgana), Zarman Candra, menjadi momentum penting dalam memperkuat kelembagaan Saka Wanabakti sekaligus menegaskan komitmen Gerakan Pramuka dalam membentuk generasi muda yang peduli terhadap pelestarian hutan dan lingkungan.

Ketua Mabisaka Wanabakti Tingkat Cabang Kota Pekanbaru, Slamet Supriyadi, mengatakan pelantikan tersebut bukan sekadar pergantian kepengurusan, tetapi menjadi awal pengabdian bagi seluruh pengurus yang diberikan amanah untuk mengembangkan Saka Wanabakti di Kota Pekanbaru.

Usai prosesi pelantikan, seluruh pengurus mengikuti kegiatan orientasi guna memperkuat pemahaman mengenai tugas, fungsi, serta tata kelola organisasi agar mampu menjalankan program pembinaan secara optimal.

"Terima kasih kepada seluruh kakak-kakak yang telah membantu suksesnya pelantikan ini. Semoga orientasi yang dilaksanakan dapat diikuti dengan sungguh-sungguh sehingga seluruh pengurus mampu menjalankan amanah organisasi secara maksimal," ujar Slamet.

Dalam arahannya, Zarman Candra menegaskan keberhasilan pembinaan Saka Wanabakti hanya dapat diwujudkan melalui sinergi seluruh unsur organisasi, mulai dari Majelis Pembimbing, Pimpinan Saka, Pamong hingga Instruktur.

Menurutnya, Majelis Pembimbing memiliki peran strategis dalam memberikan arahan, dukungan kebijakan, penyediaan anggaran, fasilitas hingga sanggar bakti, sedangkan Pimpinan Saka bertanggung jawab mengelola organisasi, menyusun program kerja, dan membangun jejaring kerja sama dengan berbagai pihak.

"Kita harus memperkuat kolaborasi, tidak hanya di internal Gerakan Pramuka, tetapi juga dengan instansi pemerintah, BUMN, BUMD, dunia usaha, dunia industri, perguruan tinggi, serta seluruh mitra yang memiliki perhatian terhadap pelestarian hutan dan lingkungan," katanya.

Ia juga mengingatkan pentingnya tata kelola organisasi yang profesional melalui administrasi yang tertib, penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan, penyusunan program kerja yang terukur, serta pengelolaan sarana dan prasarana secara baik.

Selain itu, Zarman mendorong agar rekrutmen anggota Saka Wanabakti dibuka seluas-luasnya bagi Pramuka Penegak dan Pandega dari SMA, SMK, MA maupun perguruan tinggi di Kota Pekanbaru.

"Keikutsertaan dalam Saka juga menjadi salah satu syarat menuju Pramuka Garuda. Karena itu mari kita hidupkan kembali Saka Wanabakti agar semakin diminati generasi muda," pesannya.

Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan Kementerian Kehutanan yang juga Sekretaris Umum Pimpinan Saka Wanabakti Tingkat Nasional,  Luckmi Purwandari, menegaskan bahwa pelantikan tersebut bukan sekadar seremoni organisasi, melainkan awal dari komitmen dan tanggung jawab besar dalam membangun generasi pelestari hutan Indonesia.

"Hari ini kita tidak hanya menyaksikan sebuah prosesi formal. Pelantikan ini menandai lahirnya komitmen baru, amanah baru, sekaligus tanggung jawab kolektif untuk memperkuat peran Saka Wanabakti sebagai garda terdepan pelestarian hutan Indonesia," ujarnya.

Menurut Luckmi, orientasi yang dilaksanakan setelah pelantikan menjadi tahapan penting agar seluruh pengurus memiliki pemahaman yang sama mengenai arah kebijakan Gerakan Pramuka, tata kelola organisasi, serta peran strategis Saka Wanabakti dalam mendukung pembangunan kehutanan nasional.

Ia mengingatkan bahwa Indonesia saat ini menghadapi tantangan besar berupa perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, kebakaran hutan dan lahan, hingga meningkatnya tekanan terhadap sumber daya alam.

"Tantangan tersebut tidak mungkin hanya dijawab pemerintah. Dibutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda yang akan menjadi penerus pengelolaan hutan Indonesia," katanya.

Karena itu, Saka Wanabakti dinilai memiliki posisi yang sangat strategis sebagai wadah pembentukan karakter, kepemimpinan, disiplin, kepedulian lingkungan, serta pengabdian kepada masyarakat.

Luckmi meminta kepengurusan yang baru segera menyusun program kerja yang terukur, realistis, dan berorientasi pada hasil nyata. Ia juga mendorong penguatan pendidikan dan pelatihan berbasis Krida Saka Wanabakti agar anggota memiliki keterampilan praktis di bidang kehutanan.

Selain memperkuat program internal, ia mengajak seluruh pengurus memperluas sinergi dengan Kwartir Gerakan Pramuka, Balai P2SDM Wilayah II Pekanbaru, SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru, UPT Kementerian Kehutanan, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, hingga komunitas serta memanfaatkan teknologi digital sebagai media pembelajaran dan pengembangan jejaring.

"Jadikan setiap kegiatan Saka Wanabakti sebagai ruang pembentukan karakter yang menanamkan integritas, disiplin, gotong royong, kepemimpinan, serta kepedulian terhadap pelestarian hutan," tegasnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru, Balai P2SDM Wilayah II Pekanbaru, Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Pekanbaru, serta seluruh pihak yang telah berkolaborasi memperkuat kelembagaan Saka Wanabakti.

Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi langkah penting dalam membangun model pembinaan generasi muda kehutanan yang mengintegrasikan pendidikan vokasi, Gerakan Pramuka, dan program pengembangan generasi pelestari hutan.

"Kami berharap praktik baik yang dimulai di Pekanbaru ini dapat menjadi contoh dan direplikasi di berbagai daerah di Indonesia," ujarnya.

Menutup arahannya, Luckmi mengajak seluruh pengurus membangun organisasi yang solid, memperkuat kolaborasi, meningkatkan kapasitas anggota, serta menjadikan Saka Wanabakti sebagai rumah pembinaan yang mampu melahirkan generasi muda berkarakter, kompeten, mencintai hutan, dan siap berkontribusi bagi pembangunan kehutanan Indonesia.

"Selamat bertugas dan selamat mengabdi. Mari bersama-sama menjaga kelestarian hutan Indonesia demi anak cucu kita dan masa depan bangsa," pungkasnya.

Jika akan dimuat di media online, rilis ini sudah memenuhi kaidah 5W+1H, memiliki alur yang mengalir, kutipan yang kuat, dan siap dipublikasikan. (ZA/Rls)

Saka Wanabakti Kwarcab Pramuka Kota Pekanbaru VOXindonews Lazada Shopee