VOXEdu

Tim UIR Latih Analisis SWOT untuk Perencanaan Desa Buluh Nipis

Redaktur : Fendri Jaswir
Jum'at, 08 Mei 2026 20:28 WIB
Dosen dan mahasiswa UIR yang melakukan pelatihan SWOT di Desa Buluh Nipis, Kampar.

BULUH NIPIS (VOXindonews) - Kalangan akademisi terus berupaya menggalakkan pengembangan desa berbasis potensi lokal. Salah satunya yang dilakukan tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari Universitas
Islam Riau (UIR).

Tim yang diketuai  Prof. Dr. H. Sufian Hamim, S.H., M. Si, ini melaksanakan kegiatan pelatihan Analisis SWOT untuk perumusan rencana strategis (Renstra) dan rencana kerja (Renja) dalam rangka mendukung pengembangan agrowisata di Desa Buluh Nipis, Kecamatan Siak
Hulu, Kabupaten Kampar, Jum'at (1/5/2026).

Analisis SWOT adalah metode perencanaan strategis untuk mengevaluasi Kekuatan (Strengths), Kelemahan (Weaknesses), Peluang (Opportunities), dan Ancaman (Threats) dalam suatu proyek atau bisnis. SWOT membantu organisasi memetakan faktor internal dan eksternal guna merumuskan strategi yang tepat untuk mencapai tujuan, meminimalisasi risiko, dan memaksimalkan potensi.

Dalam kegiatan itu,  Prof. Dr. H. Sufian Hamim, S.H., M. Si, didampingi anggota Dr. H. Rahyunir Rauf, M. Si, dan Fabellany Sovina, SM, M.Si, serta sejumlah mahasiswa.  Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dan kelembagaan desa dalam merancang strategi pembangunan berbasis potensi lokal secara partisipatif.

Potensi Besar, Tantangan Nyata

Desa Buluh Nipis memiliki kekayaan sumber daya alam dan budaya yang cukup besar. Wilayah yang didominasi lahan rawa ini menyimpan potensi ekowisata, seperti wisata alam lahan basah, serta wisata budaya melalui ritual adat Nenek Batang Sagar. Selain itu, keberadaan struktur adat seperti ninik mamak menjadi kekuatan sosial yang unik dan bernilai tinggi.

Namun, di balik potensi tersebut, masih terdapat sejumlah persoalan yang dihadapi masyarakat. Di antaranya konflik lahan adat, keterbatasan akses infrastruktur, rendahnya kualitas air bersih, serta minimnya pengetahuan masyarakat dalam mengelola potensi wisata secara profesional.

Selama ini,  kata Prof. Sufian Hamim, masyarakat belum memiliki pemahaman yang memadai dalam mengidentifikasi dan menganalisis potensi desa secara sistematis, khususnya menggunakan pendekatan SWOT.

Melalui kegiatan pelatihan dan Focus Group Discussion (FGD), tim PKM UIR menghadirkan
pendekatan praktis dan aplikatif dalam menyusun strategi pengembangan desa.
Analisis SWOT diperkenalkan sebagai alat untuk membantu masyarakat memahami kondisi internal dan eksternal desa.

Kegiatan ini tidak hanya bersifat penyuluhan, tetapi juga membuka ruang dialog antara akademisi dan masyarakat desa. Peserta yang terdiri dari perangkat desa, tokoh adat, pelaku UMKM, dan masyarakat umum diberikan
kesempatan untuk menyampaikan aspirasi serta ide pengembangan desa.

Hasil dari pelatihan ini diharapkan mampu menghasilkan dokumen rencana pengembangan agrowisata desa yang terstruktur, mulai dari identifikasi potensi hingga prioritas program pembangunan.

Pelatihan sebagai Solusi Strategis

Melalui kegiatan PKM ini, tim UIR menghadirkan pendekatan solutif berupa pelatihan, diskusi kelompok terarah (FGD), serta pendampingan langsung kepada aparatur desa dan masyarakat.

Pelatihan difokuskan pada tiga tahapan utama Analisis SWOT:
Tahap Persiapan: Pengumpulan dan pengelolaan data potensi desa secara sistematis.
Tahap Pelaksanaan: Pelatihan analisis SWOT mendorong partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat dalam pemahaman analisis SWOT perencanaan pembangunan desa.
Tahap Pasca Pelaksanaan: Penyusunan prioritas program dan rencana kegiatan dalam dokumentasi administratif yang terstruktur menjadikan Desa Buluh Nipis sebagai desa Agrowisata dengan Kearifan Lokalnya.

Selain itu, kegiatan ini juga memperkenalkan konsep manajemen strategis sektor publik, yang mencakup analisis lingkungan, perumusan strategi, implementasi program, hingga evaluasi dan pengendalian.

Mendorong Partisipasi dan Kemandirian Desa

Salah satu fokus utama kegiatan ini adalah meningkatkan partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan. Selama ini, pendekatan pembangunan yang cenderung top-down dinilai menjadi salah satu penyebab
rendahnya keterlibatan masyarakat.

Dengan pendekatan partisipatif, masyarakat tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga sebagai subjek yang aktif merancang masa depan desanya. Ketika masyarakat dilibatkan secara aktif, maka rasa memiliki terhadap program akan meningkat, sehingga keberlanjutan pembangunan lebih terjamin.

Tim UIR bersama aparat Desa Buluh Nipis, Kampar. 

Integrasi Agrowisata dan Pemberdayaan Ekonomi

Pengembangan agrowisata di Desa Buluh Nipis tidak hanya berorientasi pada sektor pariwisata, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat. Melalui integrasi sektor pertanian, perikanan, dan budaya lokal, desa diharapkan mampu menciptakan peluang usaha baru.

Potensi ini dapat dikembangkan melalui berbagai kegiatan, seperti homestay berbasis budaya, wisata edukasi, serta produk UMKM lokal yang bernilai jual tinggi. Selain itu, pemanfaatan teknologi informasi dan sistem informasi desa juga menjadi bagian penting dalam mendukung perencanaan yang lebih akurat dan berbasis data.

Komitmen Berkelanjutan

Kegiatan ini tidak berhenti pada pelatihan semata. Tim PKM UIR juga berkomitmen untuk melakukan pendampingan berkelanjutan kepada masyarakat Desa Buluh Nipis. Desa ini bahkan direncanakan menjadi desa binaan dalam jangka panjang.

Melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat, diharapkan Desa Buluh Nipis dapat berkembang menjadi desa agrowisata yang mandiri, berkelanjutan, dan berbasis kearifan lokal.

Pengabdian masyarakat ini, kata Prof. Sufian, menjadi bukti nyata peran perguruan tinggi
dalam mendukung pembangunan desa. Dengan pendekatan ilmiah yang dipadukan dengan kearifan lokal, Desa Buluh Nipis memiliki peluang besar untuk menjadi model pengembangan agrowisata di Provinsi Riau. (FJ)

Perencanaan Desa Buluh Nipis Analisis SWOT Pembangunan partisipatif kearifan lokal agrowisata VOXindonews Lazada Shopee