- 16/07/2026
Mahasiswa KKN Unri di Desa Logas, Kabupaten Kuantan Singingi.
LOGAS (VOXindonews) - Geliat perekonomian desa mulai menunjukkan wajah baru. Di tengah rimbunnya kebun karet dan sawit yang mengelilingi Desa Logas, Kecamatan Logas Tanah Darat, Kabupaten Kuansing, sekelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Unri menghadirkan sentuhan digital bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat.
Melalui program kerja pembuatan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard), mereka berupaya mendekatkan teknologi pembayaran modern kepada para pedagang yang selama ini
identik dengan transaksi tunai.
Program yang direalisasikan pada Minggu, 6 Juli 2026 ini bukan sekadar seremoni pembagian barcode. Mahasiswa KKN turun langsung mendatangi warung, kedai, dan lapak UMKM di penjuru Desa Logas. Mereka memberikan pendampingan dari awal hingga akhir: mulai dari sosialisasi manfaat pembayaran nontunai, proses pendaftaran akun merchant, hingga pencetakan dan pemasangan barcode QRIS di etalase usaha.
Selama ini, sejumlah pemilik UMKM di Desa Logas mengaku kerap kehilangan potensi pembeli hanya karena persoalan sederhana: pelanggan tidak membawa uang tunai. Fenomena ini semakin lazim seiring meningkatnya kebiasaan masyarakat, khususnya generasi muda, yang lebih mengandalkan dompet digital dan mobile banking dibandingkan uang kertas.
Program QRIS ini hadir sebagai jawaban atas persoalan tersebut, sekaligus menjadi langkah konkret menghubungkan UMKM desa dengan ekosistem ekonomi digital nasional.
Disambut Antusias oleh Pelaku UMKM
Kehadiran QRIS ini mendapat sambutan hangat dari para pemilik usaha. Salah satu pemilik UMKM di Desa Logas mengungkapkan rasa syukurnya atas program yang dinilai sangat
membantu kelangsungan usahanya.
“Alhamdulillah, dengan adanya QRIS ini usaha kami jadi lebih mudah menerima pembayaran. Dulu kalau ada pembeli yang tidak bawa uang tunai, sering batal belanja. Sekarang tinggal scan saja, transaksi langsung selesai. Kami sangat berterima kasih kepada adik-adik mahasiswa KKN yang sudah mau repot-repot membantu kami sampai tuntas,” ujar Alesni, pemilik UMKM tersebut.
Tidak hanya soal kemudahan transaksi, keberadaan QRIS juga dinilai memberikan rasa aman dari sisi pencatatan keuangan. Setiap transaksi yang masuk melalui QRIS tercatat
secara otomatis, sehingga pelaku usaha dapat lebih mudah memantau arus kas hariannya dibandingkan mengandalkan pembukuan manual.
Upaya Nyata Mendukung Digitalisasi Ekonomi
Desa
Salah satu mahasiswa KKN yang terlibat dalam program ini menjelaskan bahwa inisiatif pembuatan QRIS lahir dari hasil observasi awal terhadap kondisi UMKM di Desa Logas. Menurutnya, potensi ekonomi desa sebenarnya cukup besar, namun belum diimbangi
dengan adopsi teknologi yang memadai.
“Kami melihat banyak UMKM di sini punya produk yang bagus dan pelanggan yang loyal, tapi masih terbatas pada pembayaran tunai. Lewat program QRIS ini, kami berharap pelaku usaha bisa menjangkau lebih banyak pembeli, meningkatkan omzet penjualan, dan lebih siap
menghadapi era digitalisasi ekonomi yang terus berkembang,” ungkap M. Rizki Akbar, salah satu mahasiswa KKN.
Ia menambahkan, program ini juga menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN untuk memberikan kontribusi yang berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial selama masa pengabdian di desa. Pendampingan dilakukan secara personal kepada masing-masing pelaku usaha agar mereka benar-benar memahami cara kerja QRIS, termasuk cara memeriksa mutasi pembayaran dan mencairkan dana ke rekening usaha.
Selaras dengan Semangat Digitalisasi UMKM
Nasional
Program ini sejalan dengan semangat besar pemerintah dalam mendorong akselerasi digitalisasi UMKM di seluruh Indonesia. Adopsi QRIS di tingkat desa seperti di Desa Logas menjadi bukti bahwa transformasi ekonomi digital tidak hanya terjadi di kota-kota besar,
tetapi juga mulai menyentuh pelosok wilayah, termasuk kawasan pedesaan di Kabupaten Kuansing.
Dengan pemanfaatan QRIS, UMKM Desa Logas diharapkan mampu bertransformasi menjadi lebih inklusif terhadap berbagai kalangan pembeli, sekaligus membuka peluang untuk terhubung dengan platform digital lain seperti aplikasi pencatatan keuangan maupun pemasarandaring di masa mendatang.
Harapan Keberlanjutan Program
Mahasiswa KKN berharap program pembuatan QRIS ini tidak berhenti begitu masa KKN usai. Mereka mendorong agar pemilik UMKM terus aktif menggunakan dan merawat fasilitas QRIS
yang telah dipasang, serta menularkan pengetahuan tersebut kepada pelaku usaha
lain di sekitar Desa Logas yang belum sempat tersentuh program ini.
Ke depan, sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan pelaku UMKM diharapkan dapat terus terjalin guna mendukung pertumbuhan ekonomi lokal yang lebih modern, inklusif, dan berdaya saing. Program sederhana namun berdampak ini menjadi salah satu bukti nyata bahwa kolaborasi antara dunia akademik dan masyarakat desa mampu menghadirkan perubahan yang berarti. (FJ)
Mahasiswa KKN Unri Desa Logas Digitalisasi QRIS UMKM VOXindonews Lazada Shopee